Tampilkan postingan dengan label Gaya Hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gaya Hidup. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Desember 2011

Watch this.... You will definitely share this.mp4

Selamat sore semua..
Sudah menjadi keniscayaan bahwa "Setiap yang kita tanam maka itulah yang kita petik".
Hal ini berarti bahwa ketika kita berbuat kebaikan kpd oranglain barang sekecil apapun kbaikan itu, maka kebaikan pula yang akan kita dapatkan dr org lain.
Oleh karena itu ayo kita saling ingatkan untuk menjaga setiap perbuatan kita, perkataan kita, atau apapun yang menjadi tindakan kita agar hal itu masih tercatat dlm amal kebaikan.
berikut ada cuplikan video yg menarik terkait kebaikan dibalas kebaikan.

Kamis, 22 Desember 2011

Tips Jitu Semangat dan Bahagia di Tempat Kerja

Assalamualaikum,, Selamat sore semuanya, minggu-minggu ini suasana kerja di tempat saya cukup menjenuhkan, rasanya ingin semangat ini kembali bangkit dan pulih seperti sewaktu kuliah dulu. pas saya cari di google saya dapat tips ini..ok yg berminat baca aja yaa..hehee.."ky jualan aje"


1. Jangan Menempatkan Diri Eksklusif. Kalau Anda merasa diri eksklusif dan tidak membuka hati untuk bergaul dengan lingkungan Anda, maka Anda akan terasing sendiri. Kalau Anda merasa tidak membutuhkan Anda, maka teman-teman kantor Anda juga tidak akan membutuhkan Anda.

2. Jalin Hubungan Manis Dengan Lingkungan. Berbaurlah dengan rekan-rekan di lingkungan Anda. Sebaiknya jangan hanya pada rekan-rekan divisi Anda, tetapi juga rekan dari divisi yang lain. Sekedar menyapa satpam, office boy (OB) dengan senym manis saja, sudah memberi cap bagus untuk Anda, bahwa Anda tipe pegawai yang ramah. Ini akan menguntungkan diri Anda saat Anda menghadapi satu masalah, mereka akan dengan senang hati membantu Anda.

3. Miliki Rasa Humor. Serius dalam kerja perlu, tetapi saat berada di antara rekan-rekan di kantor, rasa humor diperlukan. Gampanglah Anda untuk diajak bercanda atau melontarkan candaan yang lucu namun tidak menyinggung perasaan orang lain. Dengan cara ini, keakraban yang manis akan terjalin dengan mudah.

4. Anggap Tugas Anda Sebagai Hobi. Tugas sehari-hari di kantor mungkin cukup berat, namun kalau hal ini Anda anggap sebagai hobi, maka tidak ada beban yang terasa berat dalam menjalaninya.

5. Santai Saat Break. Kerja tentu tak seharian penuh, pasti ada saat-saat instirahat. Nah, manfaatkanlah waktu ini untuk beristirahat sesuai waktu yang diberikan. Mengejar tugas selesai dengan mengorbankan waktu break untuk bekerja, hanya akan memunculkan rasa stres dan hasil kerja (yang mungkin) kurang maksimal. Jadi, manfaatkan saja waktu break Anda tersebut senyaman mungkin. Usai itu, Anda sudah harus ‘siap tempur’ kembali.

6. Putar Musik. Saat-saat kerja, tentu lebih menyenangkan kalau bisa menyetel musik. Kalau di ruangan Anda memang telah ada musik yang memang dipersiapkan oleh kantor Anda, ini tentu lebih menguntungkan. Musik akan membuat suasana nyaman saat bekerja, tetapi tentu saja kalau volumenya cukup nyaman dan tidak mengganggu ritme kerja Anda. Atau, Anda dapat memutarnya melalui earphone atau I-pod Anda, sehingga Anda tetap semangan saat bekerja.

7. Lakukan Stretching. Di sat-saat ada kesempatan, lakukan stretching sederhanan di meja Anda. Lengan, kaki, kepala, pinggang dan organ tubuh yna gmemungkinkan. Hal ini akan membuat tubuh Anda terasa sehat dan nyaman. Dengan tubuh yang tidak bermasalah, persaan Anda juga akan menjadi gembira.

8. Jangan Terpaku Di Meja Kerja. Bekerja bukan berarti Anda terpaku selama seharian penuh di kursimu. Ini akan membuat Anda bosan dan BT. Bawa diri Anda ke luar ruangan, ke restroomdan tempat yang memungkinan Anda berganti suasana sejenak.

9. Temukan Tempat Makan Dekat Kantor. Kalau Anda hobi makan, maka tempat makan dengan menu yang oke, bisa Anda cari di seputar tempat kerja Anda. Sebagai selingan saat makan siang bisa membantu Anda merasa સેનંગ.

10. Bekal Apel Hijau Ke Kantor. Menurut ahli gizi, Karen White R.D dari Research Foundation di Chicago yang meriset Smell & Taste Treatment di Chicago, aroma apel hijau mampu membangkitkan semangat serta meningkatkan energi secara instan. Bahkan ketika apel hijau tersebut disantap, nutrient yang terkandung di dalamnya akan meningkatkan serotonin dalam otak. Serotonin adalah zat yang mempengaruhi rasa bahagia dan senang.

11. Warna Biru. Dalam bukunya yang berjudul What Color Of Your Personality, Carol Ritberger Ph.D, menyatakan bahwa dalam beberapa studi psikologis menunjukkan warna biru, akan langsung merasakan penurunan tingkat stres. Jadi, tak ada salahnya memasang gambar pemandangan yang berwarna biru, langit, gunung dan laut yang tenang. Meskipun hanya 5 menit menatapnya anmun tekanan darah yang tinggi akan merambat turun.

Sumber : Klik disini

Senin, 03 Oktober 2011

Prinsip Mengelola Keuangan

Prinsip 1/3 Harta


Ada sebuah nasihat yang sangat Indah kepada diri saya sendiri yang juga insyaallah bermanfaat bagi teman-teman semua.
Nasihat ini saya ambilkan dari kitab Riyadus –Shalihin yang ditulis oleh orang sholeh zaman dahulu yang terkenal keikhlasannya. Saking ikhlasnya Imam Nawawi (Ulama kharismatik asal Banten), konon kitab asli dari Riyadus Shalihin tersebut tidak bisa dibakar oleh api.

Nasihat ini sendiri berasal dari hadits Rasulullah SAW yang panjang sebagai berikut :
Dari Abu Hurairah RA, dari nabi SAW, beliau bersabda:

“ Pada suatu hari seorang laki-laki berjalan-jalan di tanah lapang, lantas mendengar suara dari awan :” Hujanilah kebun Fulan.” (suara tersebut bukan dari suara jin atau manusia, tapi dari sebagian malaikat). Lantas awan itu berjalan di ufuk langit, lantas menuangkan airnya di tanah yang berbatu hitam. Tiba-tiba parit itu penuh dengan air. Laki-laki itu meneliti air (dia ikuti ke mana air itu berjalan). Lantas dia melihat laki-laki yang sedang berdiri di kebunnya. Dia memindahkan air dengan sekopnya. Laki-laki (yang berjalan tadi) bertanya kepada pemilik kebun : “wahai Abdullah (hamba Allah), siapakah namamu ?”, pemilik kebun menjawab: “Fulan- yaitu nama yang dia dengar di awan tadi”. Pemilik kebun bertanya: “Wahai hambah Allah, mengapa engkau bertanya tentang namaku ?”. Dia menjawab, “ Sesungguhnya aku mendengar suara di awan yang inilah airnya. Suara itu menyatakan : Siramlah kebun Fulan – namamu-. Apa yang engkau lakukan terhadap kebun ini ?”. Pemilik kebun menjawab :”Bila kamu berkata demikian, sesungguhnya aku menggunakan hasilnya untuk bersedekah sepertiganya. Aku dan keluargaku memakan daripadanya sepertiganya, dan yang sepertiganya kukembalikan ke sini (sebagai modal penanamannya)”. (HR. Muslim).

Bayangkan, bila Allah SWT mengirimkan awan khusus untuk menyirami kebun kita. Di kala orang lain kekeringan, lahan kita tetap subur. Di kala usaha lain pada bangkrut usaha kita tetap maju, dikala krisis moneter menghantam negeri ini – kita tetap survive. Dan ketika usaha kita berjalan baik sementara saudara-saudara kita kesulitan. sepertiga hasil usaha kita untuk mereka – alangkah indahnya sedeqah ini.

Bagaimana kita bisa memperoleh pertolongan Allah dengan awan khusus tersebut ?, kuncinya… ya… yang di hadits itu : kita bersama keluarga kita hanya mengkonsumsi sepertiga dari hasil kerja kita. Sepertiganya lagi kita investasikan kembali, dan yang sepertiga kita sedeqahkan ke sekeliling kita yang membutuhkannya.

Karena janji Allah dan rasulNya pasti benar, maka kalau tiga hal tersebut kita lakukan – Insyaallah pastilah awan khusus tersebut mendatangi kita.
Namun jangan dibayangkan bahwa awan khusus tersebut harus benar-benar berupa awan yang mendatangi kita. Bisa saja awan khusus tersebut berupa teman –teman kita yang jujur yang memudahkan kita dalam berusaha, atasan kita yang adil yang memperjuangkan hak-hak kita, atau karyawan kita yang hati-hati yang menjaga asset usaha kita, dan berbagai bentuk ‘awan khusus’ lainnya. Wallahu A’lam bis showab

****


Do’a hari ini:

Yaa Rabbi… Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta, berfikir sebelum bertindak, santun dalam berbicara, tenang ketika gundah, diam ketika emosi melanda, bersabar dalam setiap ujian.
Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq, sebijaksana Umar bin Khattab, sedermawan Utsman bin Affan, sepintar Ali bin Abi Thalib, sekaya Abdurahman bin Auf, namun bisa sesederhana Bilal, setegar Khalid bin Walid radliallahu'anhum… Aamiin…3x


dari seorang Ustad sekaligus manajer saya Uus Soegema